Cium Bau Korupsi, Kejaksaan Selidiki Proyek PSB Online

screenshot psbsby-online.net
Ngadatnya situs Penerimaan Siswa Baru (PSB) berbuntut panjang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menduga proyek Penerimaan Siswa Baru online senilai Rp 2,3 miliar itu berbau korupsi.
Dugaan ini karena pembuatan situs itu tidak dilakukan melalui lelang, namun berdasarkan penunjukan langsung yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Namun kasus dugaan korupsi ini sampai saat ini masih didalami oleh Kejari Surabaya.
“Kita masih tunggu laporan kongkrit dan ini masih dugaan atau pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket),” kata Kepala Kejari Surabaya, Abdul Azis kepada wartawan di kantor Kejari Surabaya, Jalan Raya Sukomanunggal Jaya, Senin (29/6/2009).
Ketika ditanya apakah keputusan langsung itu melanggar Keputusan Presiden Nomer 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Aziz pun langsung membantahnya, “Itu kan kata sampean (kamu),” jawabnya singkat.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Surabaya, Sahudi saat dikonfirmasi mengaku jika proyek yang dilakukan pihaknya sudah melalui jalur yang sesuai prosedur. “Saya memakai prinsip swakelola yang sudah dicantumkan pada Keppres 80 pasal 39. Sehingga tidak ada alasan kami melanggar aturan tender proyek dengan tidak menggelar lelang terbuka,” katanya saat dihubungi detiksurabaya.com.
Sahudi yang juga mantan kepala sekolah SMUN 15 Surabaya ini mengungkapkan jika program PSB online sudah disampaikan pada rapat penyusunan anggaran dengan DPRD Surabaya.
Saat ditanya penunjukan dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yakni Universitas Negeri Surabaya (Unnesa) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) dalam pembuatan situs itu, Sahudi mengaku jika kedua PTN tersebut banyak membantu Dinas Pendidikan dalam mengembangkan program pendidikan.
(bdh/bdh) detik.com
Seleksi di Sekolah Favorit Bakal Sangat Ketat!

Ilustrasi: Prediksi bakal lebih ketatnya persaingan merebut kursi di sekolah-sekolah favorit itu terjadi karena sekolah-sekolah tersebut mengurangi kuota PSB jalur akademis tahun ini secara sangat signifikan. Sebagian sekolah itu telah melakukan seleksi mandiri jauh hari sebelum PSB Online (sistem PSB terintegral di Bandung) dimulai.
Seleksi di sekolah-sekolah favorit tahun ini bakal berlangsung lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penerimaan Siswa Baru (PSB) melalui jalur akademis tahun ajaran 2009/2010 di Kota Bandung dimulai Senin (29/6) ini.
Prediksi bakal lebih ketatnya persaingan merebut kursi di sekolah-sekolah favorit itu terjadi karena sekolah-sekolah tersebut mengurangi kuota PSB jalur akademis tahun ini secara sangat signifikan. Sebagian sekolah itu telah melakukan seleksi mandiri jauh hari sebelum PSB Online (sistem PSB terintegral di Bandung) dimulai.
Seleksi mandiri ini dimungkinkan sebab sekolah-sekolah ini masuk Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). SMAN 3 Kota Bandung, misalnya, mengurangi kuota PSB hingga separuh dari tahun lalu. Tahun ini, kuota PSB Online sekolah ini hanya 144 kursi. Tahun lalu, kuotanya mencapai 280.
Kuota sebesar 144 siswa itu pun masih harus dikurangi dua siswa yang tidak naik kelas. Belum lagi, kuota untuk para pendaftar dari luar daerah yang sebesar 10 persen.
“Maka, kuota total tersisa untuk warga Bandung hanya 128 kursi, seleksi bakal semakin ketat karena kuotanya memang lebih sedikit,” ujar Ketua PSB SMAN 3 Kota Bandung Dudi Rachmat.
Tahun lalu, passing grade (nilai minimal penerimaan) siswa di sekolah ini adalah 36,40—tertinggi di Bandung. Diperkirakan, tahun ini batas passing grade melampaui, setidaknya di atas 37,00.
Namun, Dudi tidak mau mereka-reka batas pastinya, karena bursa passing grade pasti hanya bisa muncul di hari pendaftaran. Seleksi didasarkan atas perolehan ujian nasional.
Sekolah RSBI itu telah menerima 160 siswa dari jalur mandiri, yang seleksinya dilakukan 6 April sampai 15 Mei 2009 lalu. Menurut Wakil Kepala Bidang Akademis SMAN 3 Kota Bandung Firmansyah Noor, seleksi jalur ini tidak menggunakan hasil UN. Namun, seleksi meliputi pemantauan potensi akademis dari nilai rapor dan wawancara.
Pengurangan kuota PSB jalur akademis juga terjadi di jenjang SMP. Menurut Ketua PSB SMPN 5 Kota Bandung Rudiono, kuota siswa baru melalui jalur PSB Online hanya 162 kursi.
Tahun sebelumnya, kuota mencapai sekitar 270 kursi. Pengurangan itu terjadi karena pada saat yang sama sekolah ini telah meningkatkan kuota kelas RSBI menjadi lima kelas. Sementara dua tahun lalu masih dua kelas.
Pungutan
Berbeda dengan jalur PSB Online, siswa yang diterima di kelas RSBI ini tidak dibebaskan dari pungutan. Tahun lalu, DSP kelas RSBI di SMAN 5 sebesar Rp 5 juta, sedangkan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) sebesar Rp 300.000 per bulan.
“Di luar kelas RSBI, biaya digratiskan. Ke depannya, seluruh kelas di tempat kami semestinya sudah masuk RSBI, tetapi hal ini tergantung izin dari Disdik Kota Bandung,” ujar Rudiono.
Prediksi semakin ketatnya proses seleksi PSB Online diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji. Di dalam sebuah pertemuan beberapa hari lalu, Oji mengatakan, nilai UN siswa SMP tahun ini meningkat.
Siswa yang memiliki nilai total UN sebesar 35-37 juga ikut meningkat. Untuk itu, orangtua diminta selektif, tidak gegabah, di dalam menentukan pilihannya.
Sumber : KOMPAS
LULUS 100%
June 29, 2009 by admin
Filed under Pengumuman
untuk sekian kalinya lulus 100% suatu prestasi yang membanggakan!!
Sedini Mungkin, Wirausaha Juga Perlu Ditanamkan
Nilai, sikap dan kemampuan wirausaha harus dibangun sedini mungkin dan meliputi generasi muda yang luas, khususnya para siswa-siswi sekolah menengah.
Demikian pendapat tersebut dilontarkan oleh mantan Menteri KLH Sarwono Kusumaatmadja saat membuka ‘Annual Student Company Competition 2009′ bertajuk “Wirausaha, Pilihan Karir di Masa Depan”, di Jakarta, Sabtu, (27/6). Acara tersebut merupakan kompetisi wirausaha untuk kalangan siswa SMP dan SMA/Sederajat yang digelar oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) hingga Minggu, (28/6).
Sarwono, selaku salah satu Komisi Nasional PJI, mengaku sangat gembira mendengar semakin besarnya kecenderungan generasi muda saat ini untuk menjadi pengusaha. Dia mengatakan, hal itu tak lain karena semakin banyak pengusaha semakin besar pula lapangan pekerjaan yang tersedia di tengah besarnya angka pengangguran yang kini mencapai 11 juta orang.
“Tentu dengan hadirnya lapisan wirausaha yang begitu besar akan dapat mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang makmur, disegani, dan kompetitif,” sambut Sarwono.
Diikuti oleh 15 tim sekolah yang telah mengikuti Student Company Program di PJI, para siswa tersebut berlomba mempresentasikan bisnis mereka mulai perencanaan bisnis, strategi pemasaran, target penjualan dan sebagainya. Sebagai aplikasi, mereka juga membuka stan bisnis mereka di lokasi berlangsungnya acara.
kompas.com
Artikel


