MENGHITUNG HARI MENUJU UN 2010

January 28, 2010 by admin  
Filed under Artikel

Detik waktu terus melaju. Seakan tak memberi toleransi. Bagaikan kereta api yang berjalan terus….tanpa kenal kompromi. Dia baru akan berhenti…tatkala sudah sampai tujuan ..YAITU STASIUN….

Kereta api itu ibarat UN (Ujian Nasional). Sistem Ujian yang banyak membuat siswa/siswi merasa gugup dan takut menghadapinya. Namun UN adalah suatu kenyataan yang memang harus dihadapi oleh semua siswa dan juga pengajar di semua sekolah manapun. Suka tidak suka, siap tidak siap, sedih, malas, khawatir, antipati …..namun UN harus berhasil dilewati. Karena UN merupakan pintu gerbang menuju masa depan seseorang.

Bagi siswa SD dan SMP, UN merupakan pintu gerbang untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih baik….bahkan yang lebih berkualitas dan juga bergengsi (terkadang). UN bagi siswa SMA merupakan pintu gerbang menuju masa depan yang sesungguhnya. Semua siswa belajar untuk bisa mengambil keputusan yang tepat terhadap pilihannya.

Empat alternatif pilihan bagi mereka : melanjutkan kuliah, bekerja, berumah tangga, atau tidak beraktivitas apapun alias nganggur. Semua harus melalui UN. Ternyata, UN mampu menjadi penentu masa depan pendidikan seseorang.

Perjalanan hari terasa begitu cepat. UN sudah ada di depan mata. Tinggal menghitung hari. Semua berjalan dengan begitu pasti. Begitu juga dengan kondisi siswa-siswi sekolah saat ini. Mulai dari siswa kelas 6 SD sampai kelas 12 SMA. Semua ikut mempersiapkan diri menyongsong UN 2010 yang semakin dekat. Banyak hal yang mereka persiapkan…mulai dari materi ujian, drill soal, kepercayaan diri, Keberanian, dan juga Kesehatan. Semua harus terkelola dengan baik. Inilah saatnya untuk belajar managemen /pengelolaan diri, baik dari segi pengelolaan waktu, aktivitas harian, kontinuitas ibadah, kesehatan, dan juga pengelolaan emosi.

Berikut disampaikan beberapa TIPS mengelola waktu menuju UN 2010 :

1. Membiasakan diri bangun tidur lebih awal (sekitar jam 3 pagi)

Bangun tidur langsung mandi. Menurut survey..mandi pagi dapat membuat pikiran lebih fresh dan otak mudah dalam berfikir jernih dan menghafal pelajaran.

2. Sholat Malam (Qiyamul Lail)

“Barangsiapa yang bangun di malam hari untuk melaksanakan Qiyamul Lail niscaya Allah akan mengangkat derajatnya lebih tinggi”.

Sholat Malam itu ibarat POWER. Orang yang membiasakan sholat malam…akan memperoleh kekuatan dan ketajaman dalam berfikir sehingga hari-harinya bisa lebih bermanfaat.

Orang yang membiasakan sholat malam pastinya akan meningkatkan kecintaan Allah kepadanya. Dan barangsiapa yang telah memperoleh kasih sayang Allah..niscaya apapun yang diminta akan dipenuhi. Insya Allah….

3. Pengelolaan Waktu Belajar

Atur waktu belajar dengan baik. Waktu belajar yang paling efektif adalah pagi hari sebelum sholat shubuh, saat di sekolah, dan sesudah sholat Isya. Belajar maksimal sampai jam 22.00 WIB.

Upayakan tidak tidur terlalu malam, karena tubuh butuh istirahat.

4. Frekuensi Drill Soal ditambah

Intinya, siswa harus banyak latihan soal. Jika perlu, saat mengerjakan soal diberi waktu. Dengan begitu kita dapat mengukur kemampuan kita dalam penguasaan soal sesuai dengan waktu yang diberikan.

Layaknya anak balita yang sedang  belajar berjalan. Awalnya hanya bisa merangkak, namun ia berusaha untuk bisa berdiri. Walau jatuh bangun, ia terus berusaha agar dapat berdiri tegak. Saat sudah bisa berdiri, ia berusaha berjalan..walau tertatih-tatih, namun ia selalu berusaha. Dan perhatikan… bahwa ia selalu tersenyum menjalani semuanya. Semangat itulah yang perlu dicontoh. Semangat untuk bisa berjalan bahkan berlari. Semangat mencapai sesuatu dengan penuh kesabaran dan pantang menyerah.

5. Perbanyak Shodaqoh

Shodaqoh adalah salah satu pembuka pintu rezeki dan kelulusan UN merupakan salah satu rezeki dari Allah.  Oleh karena itu, perbanyak mengeluarkan shodaqoh dan saling berbagi dengan saudara- saudara kita yang tidak mampu. Insya Allah dibalik keikhlasan kita dalam berbagi dan kemaqbulan doa mereka, segala urusan dipermudah Allah SWT. Amien.

6. Sholat di Awal Waktu

Membiasakan sholat diawal waktu dan menjaga kontinuitasnya dimanapun.  Sholat yang berkualitas niscaya mampu menjadikan kita cakap dalam mengelola emosi dan selalu sabar menghadapi apapun.

7. Jaga makanan dan minuman (sehat dan bergizi)

Asupan makanan dan minuman harus terjaga kualitasnya, baik dari segi gizi maupun kehalalannya. Makanan yang mengenyangkan belum berarti sehat. Makanan yang bergizi belum berarti halal. Perlu kepandaian dalam memilah semuanya. Jadi, jaga tubuh kita agar dapat konsumsi makanan dan minuman yang bersih, sehat, bergizi, dan halal.

8. Istirahat yang cukup

Tubuh kita butuh relaksasi. Bentuk Relaksasi yang paling efektif adalah istirahat tidur. Tidur pun harus efektif dan tidak perlu lama. Tidak perlu tidur sampai 8 jam seperti anak balita. Tidur yang efektif adalah tidur manakala mata dan pikiran sudah mengantuk. Jika baru mata yang mengantuk sedang pikiran belum, terkadang tidur menjadi tidak efektif dan akhirnya membutuhkan waktu yang lama.  Jadi, tugas siswa…belajarlah untuk tidur yang efektif. Insya Allah saat  bangun akan terasa  lebih segar.

9. Olah Raga yang rutin

Disela padatnya aktivitas sekolah dan belajar, ada baiknya siswa dapat berolah raga secara rutin. Cukup dengan jogging, bersepeda, atau yang lain. Semoga tubuh bisa lebih sehat dan segar.

10. Berdo’a

Manusia hanya bisa berikhtiar / berusaha, namun segala sesuatunya Allah yang menentukan. Do’a adalah kekuatan jiwa yang ditujukan kepada Yang Mempunyai Alam Semesta. PadaNya kita berharap dan memohon. Allah Sang Penentu nasib setiap hambaNya. Jadi…Perbanyaklah doa. Semoga Allah memudahkan jalan kita.

10 TIPS di atas semoga dapat bermanfaat untuk semua. Banyak hal yang bisa disiapkan mulai dari sekarang. Tidak ada kata “TERLAMBAT” untuk memulai suatu kebaikan. Semoga dibalik kerja keras dan usaha yang gigih dalam meraih tujuan yang ingin dicapai, Allah memberi imbalan berupa kelulusan sebagaimana yang diharapkan.

Bisakah kita coba ?????……

SELAMAT BERJUANG !

JANGAN PERNAH PUTUS ASA

RAIH KESUKSESAN  DENGAN TEKUN DAN SABAR

By : Erniati Sholihah

http://www.erniatisholihah.sch.id

KEUTAMAAN SEDEKAH

January 27, 2010 by admin  
Filed under Rohima

ﻣﺜﻞﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻨﻔﻘﻮﻥﺍﻣﻮﺍﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞﺍﻟﻠﻪ
ﻛﻤﺜﻞﺣﺒﺔﺍﻧﺒﺘﺖ ﺳﺒﻊﺳﻨﺎﺑﻞﻓﻲ ﻛﻞﺳﻨﺒﻠﺔﻣﺄﺓﺣﺒﺔ…
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji”.
(Q.S. Al Baqarah : 261)

Al Jurjani memberikan definisi sedekah ialah suatu pemberian yang diberikan oleh seorang kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Hal tersebut juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah swt.

Cakupan sedekah atau shodaqoh sangatlah luas. Sedekah itu tidak harus dengan harta karena segala amal kebaikan adalah sedekah, sehingga mencegah diri dari perbuatan maksiat adalah shodaqoh, memberi nafkah kepada keluarga adalah shodaqoh, beramar ma’ruf nahi munkar adalah shodaqoh, menumpahkan syahwat kepada isteri adalah shodaqoh, dan tersenyum kepada sesama muslim pun adalah juga shodaqoh.

Dalam sebuah tausiahnya, Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan bahwa sedikitnya ada empat keutamaan bersedekah.

Pertama, mengundang datangnya rezeki.

“Allah berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan, “Pancinglah rezeki dengan sedekah”.

Kedua, sedekah dapat menolak bala.

Rasulullah pernah bersabda, “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.

Rasulullah menganjurkan, “Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Keempat, menunda kematian dan memperpanjang umur.

Rasulullah mengatakan, “Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur”. Mengapa semua itu bisa terjadi?  Hal tersebut bisa terjadi karena Allah mencintai orang-orang yang bersedekah.
Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi oleh manusia. Kalau Allah sudah mencintai seseorang, maka tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada kebutuhannya yang Allah tidak kabulkan, tidak ada dosanya yang Allah tidak ampuni, dan dia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah (baik).

Suatu hal yang harus diyakini oleh orang beriman ialah bahwa sedekah itu dapat menghalangi datangnya bala’ atau musibah kepada kita. Seperti dikisahkan pada suatu hari hari datanglah dua orang akhwat ke sebuah pondok pesantren di Bandung yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita tentang sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bus antarkota, beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan, bus yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua akhwat itulah yang selamat dengan tidak terluka sedikit pun.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya waktu itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafadzkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, inilah sebagian dari keutamaan bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya pada saat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Allah swt adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang hampir setiap desah napas selalu membangkang perintah-Nya, Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, pasti akan kembali kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada di genggaman kita.

Demi Allah, semuanya datang dari Allah yang Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh keikhlasan. Kemudian kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak. Dari pengalaman kongkret kedua akhwat di atas, dengan penuh keyakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya. Boleh jadi, inilah yang menyebabkan Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan sedekah. Saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, bahwa perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.

Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Baqarah: 261). Seruan Rasul itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, “Ya Rasulullah, harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah”. “Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan,” jawab Rasulullah SAW. Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. “Ya Rasul, saya akan melengkapi (menyumbang) peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,” ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam. Kenapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan untuk bersedekah? Tiada lain karena mereka yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Sedekah adalah penyubur pahala, penolak bala, dan pelipat ganda rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”.
Allah menjawab, “Ada, yaitu besi”.
Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebihkuat dari pada besi?”. Allah menjawab, “Ada, yaitu api”.
Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”. Allah menjawab, “Ada, yaitu air”.
“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?,” tanya para malaikat. Allah pun menjawab, “Ada, yaitu angin”. Akhirnya para malaikat bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”.
Allah yang Maha Gagah menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.”

Wallahu a”lam bish-shawab.