Kegiatan Terkini

Video Mabhak





Online

We have 329 guests and 7 members online

Error
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database
  • Unable to load Cache Storage: database

Kepala Sekolah Juga Ujian Kompetensi Online

Kepala Sekolah Juga Ujian Kompetensi Online

Bekasi, 2/4 (Mabhaknews.com) - Ujian Online bukan hanya untuk siswa tetapi Kepala Sekolah mendapat perlakukan yang sama di Kota Bekasi. 382 Kepala Sekolah dan pengawas di tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri serta Swasta se-Kota Bekasi mengikuti Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) dan Uji Kompetensi Pengawas Sekolah (UKPS) di SMKN 1 Bekasi.

"382 Kepala Sekolah dan pengawas di tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri serta Swasta se-Kota Bekasi telah mengikuti Uji Kompetensi online beberapa waktu lalu,"kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin di Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

Ia mengatakan setiap Kepsek harus menjawab 100 pertanyaan berbentuk pilihan ganda secara online. Jawabannya, langsung diserahkan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Melalui UKKS dan UKPS ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Kepala Sekolah dan akan berimbas kepada meningkatnya kinerja guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin.

Melalui ujian tersebut, katanyam Disdik Kota Bekasi akan mengukur tingkat kepahaman para Kepsek maupun pengawas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah.

“Apakah sudah sesuai dengan visi dan misi sekolah atau tidak atau dapat merealisasikan tupoksinya atau tidak, dan penerapan standar pengelolaan pendidikan terpenuhi atau tidak,” katanya. Hasil dari ujian tersebut, kata Rudi, nantinya akan dijadikan bahan penyusunan materi diklat yang akan diikuti oleh Kepala Sekolah dan pengawas sesuai tupoksi mereka masing-masing

“Untuk sanksi memang belum ada, tapi hasil ini akan kami jadikan rujukan bagi karir mereka nantinya,” katanya. (Go/Ahm)