RESENSI BUKU SYARAH NAWAQIDHUL ISLAM (10 PEMBATAL KEISLAMAN) – SOMANTRI

  1. Judul Buku

 “ Syarah Nawaqidhul Islam (10 Pembatal Keislaman) “

 

  1. Identitas Buku
  • Judul Asli:Nawaqidul Islam (نواقض الإسلام)
  • Penulis Matan:Syaikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-
  • Penulis Syarah (Penjelasan):Umumnya disyarah oleh ulama kontemporer, seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Shalih Fauzan, atau Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr
  • Tema:Akidah / Tauhid (Hal-hal yang membatalkan keislaman)
  • Bahasa: Arab (asli) dan Terjemahan Indonesia

 

  1. Pendahuluan

Buku Nawaqidhul Islam adalah salah satu risalah ringkas namun sangat penting karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Buku ini membahas 10 poin utama yang dapat membatalkan keislaman seseorang (menyebabkan murtad) berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah.

 

  1. Isi dan Bahasan Utama

Buku ini membedah 10 pembatal keislaman, di antaranya:

  1. Syirik dalam ibadah kepada Allah: Menyembelih untuk selain Allah atau berdoa kepada mayit/jin.
  2. Menjadikan perantara antara hamba dan Allah: Berdoa atau meminta syafaat kepada perantara tersebut.
  3. Tidak mengkafirkan orang musyrik atau meragukan kekafiran mereka.
  4. Meyakini petunjuk selain Nabi SAW lebih sempurna.
  5. Membenci ajaran Rasulullah SAW.
  6. Menghina agama atau ganjaran Allah.
  7. Sihir: Termasuk sharf(pelet) dan athf (guna-guna).
  8. Menolong orang musyrik dalam memerangi kaum muslimin.
  9. Meyakini sebagian manusia boleh keluar dari syariat Nabi Muhammad SAW.
  10. Berpaling dari agama Allah: Tidak mempelajari dan tidak mengamalkannya.
  11. Syarah (penjelasan) dalam buku ini memberikan rincian, dalil, dan contoh nyata di dunia modern agar pembaca waspada dan tidak terjatuh ke dalamnya.

 

  1. Keunggulan Buku

Setidaknya ada 4 keunggulan pada buku ini yaitu sebagai berikut:

  1. Sangat Penting: Membahas perkara yang paling berbahaya namun sering terjadi di dunia nyata.
  2. Padat dan Jelas: Matan (teks asli) sangat ringkas, memudahkan hafalan.
  3. Dilengkapi Dalil: Setiap poin disertai dasar dari Al-Qur’an dan hadits.
  4. Syarah yang Jelas:Penjelasan ulama membantu membedakan antara perbuatan yang membatalkan dan yang tidak (misalnya, perbedaan antara orang yang dipaksa dan sukarela).

 

 

6. Kelemahan Buku

Berdasarkan tinjauan materi, kelemahan yang sering dirasakan (terutama oleh pembaca pemula) bukanlah pada validitas dalilnya, melainkan pada potensi misinterpretasi dan pendekatan pemahaman jika tidak dipelajari dengan bimbingan guru. Berikut adalah beberapa hal yang sering dianggap sebagai keterbatasan atau potensi risiko dari kitab ini:

 

  1. Risiko Takfir(Pengkafiran) yang Mudah: Salah satu kelemahan terbesar bagi pembaca awam adalah risiko menggunakan materi kitab ini untuk menuduh orang lain kafir secara serampangan. Kitab ini berfokus pada tindakan yang membatalkan keislaman (seperti syirik, sihir, menolong musuh), yang jika tidak dipahami dengan kaidah-kaidah fikih (seperti uzur bil jahl), dapat menyebabkan sikap ekstrem.
  2. Penerapan Kontekstual yang Sulit:Tanpa syarah yang mendalam dari ulama yang moderat, pembaca mungkin kesulitan membedakan antara perbuatan yang berpotensi syirik dengan yang benar-benar syirik akbar yang mengeluarkan seseorang dari Islam (murtad).
  3. Bahasa yang Padat dan Ringkas:Sifat matan (teks asli) yang sangat ringkas membuat pembaca memerlukan buku syarah (penjelasan) tambahan untuk memahami batasan, syarat, dan pengecualian dari setiap pembatal keislaman.
  4. Potensi Disalahgunakan untuk Sikap Radikal:Kitab ini sering disalahgunakan oleh kelompok radikal untuk membenarkan tindakan kekerasan, murtadnya pemerintah, atau kafirnya masyarakat umum, padahal tujuan aslinya adalah untuk penjagaan diri agar tidak terjerumus ke dalam kemurtadan.

 7. Kesimpulan

Bagi para pembaca Buku atau kitab agar terhindar dari Kesalahan dan kekeliruan dalam pembacaan dan pemahamannya hendaknya belajar kepada Syaihk atau guru  yang diakui keilmuan dan kesalehannya, karena salah dalam memilih guru akan berakibat pada salah pemahaman, penafsiran  dan penerapannya dalam kehidupan sehari-harin. Jadi belajarlah dengan guru agar mendapatkan bimbingan dan pemahaman yang baik  dan sempurna.

 

“ Belajarlah secara bertahap “