RESENSI BUKU BERDAMAI DENGAN HIDUP PAS-PASAN – KHOIRUNNISAA ANGGRAENI
Identitas buku
- Judul : Berdamai dengan Hidup Pas-pasan
- Penulis : Rofi Ali Majid
- Penerbit : Psikologi Corner
- Cetakan : Cetakan 1
- Tebal halaman : 204 halaman
- Harga buku : Rp 30.500
Resensi buku
Buku ini membahas tentang hidup pas-pasan dan bagaimana melepaskan diri dari keinginan untuk selalu memiliki lebih. Buku ini mengajarkan bahwa kita harus berubah dari pribadi yang hanya meminta menjadi pribadi yang lebih memberi dan berbagi. Dengan demikian, baru kita dapat menerapkan hidup pas-pasan secara sejati.
Bab awal buku ini memberi pesan bahwa memiliki kekuasaan, harta, dan wanita tak melulu sejalan dengan kebahagiaan. Tak smeua manusia di dunia ini bahagia. Bagaimana kasus bunuh diri telah berlangsung sangat lama dan dalam angka yang tinggi. Hasrat untuk memiliki yang berlebihan dalam hal apapun dapat menjadi bencana. Gaya hidup pas-pasan adalah soal bagaimana kita menahan hasrat untuk memiliki.
Kita hidup dalam system dimana pasar mengendalikan selera kita. Semua orang saling bersaing untuk menguasai satu sama lain. Jika kita tidak mawas diri, kita hanya akan terjebak dalam keterasingan. Segala tindakan manusia tidak bias dilepaskan dari pengalaman masa lalunya. Mengubah karakter bukanlah soal berapa banyak anda membaca buku, bukan pula seberapa banyak anda mendengarkan motivator, tetapi seberapa sering anda menggunakan kapasitas kecerdasan yang anda miliki untuk berpikir. Berawal dari proses berpikir, maka akan menghasilkan tindakan tindakan kecil yang akan mengubah karakter buruk. Rajin tak selalu beriringan dengan kekayaan. Jadi jangan pernah berpikir orang miskin itu pemalas dan boros, sebab lebih banyak orang miskin karena system. Bukan karena boros, bukan pula karena mereka pemalas. Ketakutan-ketakutan mengenai kematian, tak akan berlaku bagi orang-orang yang telah kehilangan harapan.
Kelebihan buku :
Buku ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini sifatnya hanyalah sementara, sehingga menjalani hidup yang pas-pasan sejatinya adalah pengejewantahan dari sikap mindfulness dengan apa yang terjadi dalam hidup ini.
Buku ini mengajarkan bahwa ada kalanya kita harus beranjak dari pribadi yang “meminta” menjadi pribadi yang lebih banyak “memberi”. Karena hanya orang yang sudah berpola pikir “memberi” saja yang bisa menerapkan pas-pasan di dalam hidupnya.
Ditulis dengan bahasa yang awam namun sedikit filosofis, buku ini memukul pola pikir kita yang kebanyakan masih terlena dengan keinginan kita untuk memiliki lagi dan lagi.
Kekurangan buku :
Topik yang terasa klise/repetitif. Beberapa pembaca mungkin merasa ide-ide dalam buku ini kurang memberikan wawasan baru dan cenderung mengulang motivasi atau pola pikir yang sudah umum ditemukan di buku-buku self-help sejenis.
Gaya Bahasa tergantung pada preferensi, beberapa pembaca mungkin merasa gaya penulisan terlalu santai atau sebaliknya, terlalu menggurui.
Buku ini mengajarkan bahwa ada kalanya kita harus beranjak dari pribadi yang “meminta” menjadi pribadi yang lebih banyak “memberi” karena hanya orang yang sudah berpola piker “memberi” saja yang bias menerapkan pas-pasan di dalam hidupnya.
Oleh : Khoirunnisaa Anggraeni