RESENSI BUKU SELF HEALING WITH ZIKRUL MAUT (TERAPI PENGOBATAN JIWA DENGAN MENGINGAT MATI) – WAHYU WJAYANTI

Identitas Diri

Judul: Self Healing with Zikrul Maut: Terapi Pengobatan Jiwa dengan Mengingat Mati

Penulis: H. Ahmad Zacky, S.Ag., M.A.

Penerbit: Buku Abdi (di bawah naungan/didistribusikan oleh Yrama Widya)

Tahun Terbit: April 2025

Tebal Halaman: 262 Halaman

Dimensi: 14,5 x 20,5 cm

Jenis Kertas: Bookpaper, 2 warna (Black & White)

ISBN: 978-623-10-8440-8

Sinopsis dan Isi Buku

Di era modern yang penuh tekanan, istilah self-healing (penyembuhan diri) sering dikaitkan dengan me-time, liburan, atau memanjakan diri. Namun, buku Self Healing with Zikrul Maut menawarkan pendekatan yang berbeda, kontradiktif, sekaligus mendalam: menyembuhkan luka batin dengan cara mengingat kematian (zikrul maut).

Meski kita tahu bahwa kematian akan terjadi, dan pasti akan datang, pada kenyataannya, kita sering melalaikannya. Kita merasa bahwa kematian tidak akan datang, atau mungkin menganggap waktu kita masih lama di dunia ini. Padahal, sebagaimana yang disenandungkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, “Banyak orang yang sakit tetapi masih diberi kesempatan hidup, tetapi banyak pula orang yang sehat tapi tiba-tiba saja mati.” Jika pada akhirnya kita akan mati juga, mengapa kita masih belum mempersiapkan diri? Mengapa kita masih berasyik ria menikmati dunia sambil ketawa-ketiwi padahal, pada saat yang sama, maut tengah mengintai?

Lewat buku “Self Healing with Zikrul Maut” ini, Ustaz Ahmad Zacky mengajak para pembaca untuk memberikan terapi kepada diri sendiri yang sudah banyak terkontaminasi oleh penyakit hati dengan cara mengingat mati. Buku ini memaparkan bahwa banyak luka batin, kecemasan, dan penyakit hati (seperti iri, sombong, atau rakus) muncul karena manusia terlalu mencintai dunia dan melupakan akhirat. Penulis berargumen bahwa zikrul maut bukanlah kegiatan yang menakutkan, melainkan terapi yang menenangkan.

 

Keunggulan Buku (Kelebihan)

Buku ini disusun sebagai terapi jiwa, bahwa dengan mendekatkan diri pada kenyataan tentang kematian, kita justru mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas dan jiwa yang lebih sehat. Buku ini memberikan panduan bagaimana menjadikan memori tentang kematian yang memberikan perspektif baru mengenai self-healing sehingga menumbuhkan energi positif melalui pendekatan yang santun, mengajak, dan tidak menggurui.

 

 

Kekurangan Buku

Membutuhkan sedikit pemahaman dasar mengenai konsep akhirat dalam Islam agar tidak salah memahami maksud “mengingat mati” sebagai bentuk putus asa.