RESENSI BUKU RAHASIA NABI KHIDIR – FAUZAN HAQ

Identitas buku

  1. Judul : Rahasia Nabi khidir
  2. Judul asli : Az-zahru an-adhir fi nabaai khadir
  3. Pengarang : Ibnu Hajar Al-Asqolani
  4. Penerbit : Turos (Khazanah Pustaka Islami)
  5. Cetakan : ketiga, Januari 2023
  6. Tebal : 173 halaman

 

Resensi buku

Suatu ketika Nabi Musa menjawab sebuah pertanyaan dari seseorang setelah selesai berpidato di hadapan Bani Israil. Orang tersebut bertanya “siapakah orang yang paling berilmu?”, Nabi Musa kemudian menjawab “akulah yang paling berilmu”. Jawaban Nabi Musa inilah yang kemudian menyebabkan Allah menegurnya.

Sebagai bentuk teguran, Allah memerintahkan Nabi Musa belajar kepada Nabi Khidir. Allah swt tidak menyebutkan nama Khidir secara eksplisit dalam Al-qur’an, hanya disebutkan sebagai “hamba Kami” (Lalu, mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami yang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami. Kami telah mengajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami, QS Al Kahfi : 65).

Proses Nabi Musa melakukan kekeliruan dalam menjawab pertanyaan dan dilanjutkan dengan perjalanannya bersama Nabi Khidir inilah yang diceritakan dalam surat Al-Kahfi dan beberapa hadis sahih. Seiring berjalannya waktu, berkembang riwayat lain berkaitan dengan Nabi Khidir yang tingkat akurasi dan kesahihannya maih banyak diperdebatkan.

Benarkah Nabi Khidir memiliki umur panjang?

Apakah Nabi Khidir bertemu dengan Nabi Ilyas?

Apakah Nabi Khidir melakukan takziah kepada para sahabat ketika Nabi Muhammad saw wafat?.

Pertanyaan-pertanyan tersebut dan banyak pertanyaan lain itu berusaha dijawab dalam buku yang dikarang oleh penulis Bulughul Maram ini.

Menariknya semua hal yang berkaitan dengan Nabi khidir itu dijawab dengan menilai riwayat yang ada pada hadis tersebut. Misalnya ketika membahas nasab Nabi khidir, ada sepuluh riwayat yang disebutkan. Dari sepuluh riwayat tersebut ada catatan bagaimana kedudukan hadisnya, apakah perawinya tsiqah atau tidak, bagaimana rantai periwayatannya, dan standar lain yang berlaku dalam kajian hadis.

Sebagai Ulama yang memiliki gelar Al-Hafiz, gelar yang disematkan bagi ulama yang telah menguasai minimal seratus ribu hadis lengkap dengan sanadnya, penulis buku ini yaitu Ibnu Hajar Al-Asqolani tentu ingin agar setiap pembaca dapat dengan adil menempatkan posisi Nabi Khidir secara proporsional.

Pada setiap kisah yang disematkan kepada Nabi Khidir, penulis telah memberikan catatan riwayat setiap hadis. Dengan demikian pembaca mempunyai dasar yang kuat dalam menentukan berbagai riwayat berdasarkan ilmu hadis, bukan semata-mata kisah yang beredar di masyarakat.

Buku ini ditulis oleh ahli hadis terkemuka, sehingga setiap riwayat dari hadis tentu telah mendapat penilaian secara detail. Karena penilaian berdasarkan istilah teknis pada ilmu hadis, pembaca yang agak asing dengan istilah mustalah hadis perlu membacanya secara perlahan agar dapat memahami pembahasannya dengan baik.