RESENSI BUKU NEGERI PARA BEDEBAH – FILLAH DARMA

IDENTITAS BUKU

Judul Buku       : Negeri Para Bedebah

Pengarang        : Tere Liye

Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit    : 2012

Tebal Buku      : 433 halaman

ISBN                : 978-602-038-373-6

TENTANG PENULIS

Penulis Negeri Para Bedebah adalah Tere Liye, nama pena dari Darwis penulis produktif asal lahat yang dikenal karena novelnya yang kritis secara social dan politis, mengangkat isu korupsi dan kekuasaan dengan alur thriller-politik yang kompleks, menghibur, namun penuh kritik tajam. Menggunakan tokoh utama konsultan keuangan cerdas bernama Thomas dalam mengungkap intrik besar di dunia perbankan dan pemerintahan.

Dalam novel ini, harus diapresiasi karena berani menyampaikan kebenaran yang tidak nyaman, bahwa sistem bisa rusak dari hulu ke hilir, dan bahwa keadilan seringkali hanya ilusi di negeri yang sudah dikuasai para bajingan intelektual berseragam rapi. Mereka yang berharap akhir bahagia akan kecewa. Namun, justru di situlah keunggulan novel ini. Ia tidak menjanjikan harapan palsu. Ia hanya menyodorkan pilihan: diam, atau melawan. Melalui karakter Thomas, dapat dilihat bahwa bahkan seorang yang berdiri sendiri pun bisa menjadi ancaman bagi sistem yang timpang.

SINOPSIS

Novel ini bercerita tentang Thomas, seorang konsultan keuangan muda yang brilian, tampan, dan sangat sukses, dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Ia memiliki segala yang diidamkan: kekayaan, koneksi, dan gaya hidup mewah. Namun, di balik kesuksesan yang tampak gemilang, Thomas menyimpan masa lalu yang kelam dan misterius.

Ketenangan hidup Thomas tiba-tiba terusik ketika sebuah bank besar di negeri asalnya, Bank Semesta, yang didirikan oleh Om Liem—paman yang telah merawatnya sejak kecil—mengalami masalah serius dan terancam dilikuidasi oleh pemerintah.

Dalam situasi genting ini, Thomas harus kembali ke masa lalu yang ia tinggalkan dan menghadapi sebuah konspirasi besar. Ia menyadari bahwa masalah Bank Semesta bukanlah sekadar kegagalan bisnis biasa, melainkan sebuah permainan kotor yang melibatkan para elite politik, pengusaha, dan mafia.

Melalui Thomas, Tere Liye menyuarakan kritik tajam terhadap hipokrisi kekuasaan, manipulasi media, dan sistem yang menjadikan kebenaran sebagai komoditas. Negeri Para Bedebah bukan sekadar novel thriller politik, tetapi refleksi getir tentang bagaimana bangsa bisa dikendalikan oleh mereka yang tak tersentuh hukum, dan bagaimana satu orang dengan keberanian bisa mengguncang seluruh fondasi kepalsuan itu.

ISI RESENSI

Kali ini Tere Liye menuliskan sebuah kasus nyata di negeri kita, namun dengan cara pandang yang berbeda, dengan perumpamaan-perumpamaan dan tokoh yang baru. Kisah ini dimulai oleh seorang konsultan bisnis hebat terkenal yang seringkali diundang mengisi seminar bahkan hingga ke luar negeri.

Suatu malam Thomas terganggu dengan kedatangan rekan kerjanya secara tiba-tiba dan mendesak agar Thomas segera ke rumah sakit tempat tantenya sekarang di rawat karena shock ketika polisi mendatangi rumahnya hendak membawa om Liem, pamannya Thomas dan ada kabar bahwa bank Semesta yang dikelola om Liem akan ditutup. Dengan ide nekatnya Thomas melarikan paman dan Opa nya dengan segala cara, dikejar-kejar polisi, bolak-balik bandara kesana sini mengurusi persoalan itu. Padahal om Liem akan menyerahkan dirinya begitu saja pada polisi. Namun Thomas berjanji akan membereskannya dalam waktu dua hari ke depan.

Selama dua hari itulah banyak tokoh terlibat disini, mulai dari Julia, wartawan yang juga ikut membantu Thomas dalam urusan ini, Rudi, sang polisi yang membebaskan Thomas dengan ‘caranya’ sendiri saat ia diringkus anak buahnya di rumah besar opa nya, pinggir waduk jatiluhur, karena Rudi adalah sobat sekaligus saingan Thomas di klub petarung nya.

Om Liem dan Opa akhirnya dilarikan ke Kapal pesiar milik opa pribadi yang dirawat oleh Kadek selama beberapa tahun itu, mereka hampir-hampiran ketahuan polisi. Bahkan Thomas dan Rudi nekat melompat dari pesawat di Bali saat pesawat akan mendarat dalam ketinggian 2 meter. Thomas dengan cerdik memainkan ‘bidak-bidak’ caturnya. Ia ingin bank Semesta tetap diselamatkan, namun tentunya harus ada banyak danauntuk menyumpal pihak-pihak lain. Ia memutuskan untuk menghubungi seratus nasabah terbesar dalam bank itu untuk menyerahkan sepertiga tabungannya untuk menyumpal pihak lain itu, daripada bank tutup dan tidak ada yang tersisa. Hal ini diurusi oleh Ram, rekannya yang merupakan salahsatu direktur bank itu.

Tanpa Maggie, staff cekatan Thomas, semuanya mungkin tak akan berjalan lancar. Ia selalu mempersiapkan semuanya dengan matang. Hingga akhirnya ia berhasil dikepung polisi, namun dengan nekat, Thomas dan Rudi melawan enam polisi itu. Habislah mereka semua. Dan Thomas akhirnya bisa menaklukan bidak keempat, yang ia sebut sebagai ‘Putra Mahkota’, sebagai salah satu pembesar partai, dan lihat saja nanti mungkin bank itu akan tetap dipertahankan. Namun tantangan tidak hanya sampai situ saja. Saat kapal pesiar yang dikemudikan Kadek mengarah ke Singapura, untuk menghindari kejaran polisi, Thomas memutuskan terbang kesana. Ia terkejut setelah melihat bahwa di dalamnya ada penghianat yang selama ini ia tak menduganya. Ram, yang selama ini bekerja dengan keluarganya, telah disekolahkan Opa bahkan, namun ia ingin menguasai aset-aset keluarga mereka di hongkong. Maka ia menyandera Thomas dan keluarga.

Kadek dibuang di tengah laut, dan dengan mudahnya Ram melempar Thomas dan Opa ke lautan. Karena kemudi otomatis sudah dijalankan menuju Hongkong, dan ia akan segera menguasai harta-harta itu. Namun ternyata ia salah, Thomas tidak membuat kemudi itu ke Hongkong, melainkan ke lautan yang tidak terdaftar di navigasi. Dalam dua hari tentu kapal itu terkatung-katung di laut, dan tak ada kapal lain yang bisa menolongnya karena itu laut misterius, sudah tersebar kabar tentang itu sejak dulu. Thomas, Opa diselamatkan Kadek dengan kapal yang dikemudikannya. Kapal itu punya temannya kadek di dermaga terdekat. Masih banyak yang harus diselesaikan Thomas di Jakarta. Bank semesta tidak jadi ditutup.

KELEBIHAN BUKU

Kelebihan utama novel ini terletak pada alur cerita yang cepat dan menegangkan, sehingga pembaca sulit berhenti membaca. Tere Liye juga berhasil menyampaikan kritik sosial dan politik dengan bahasa yang tegas namun mudah dipahami. Karakter Thomas digambarkan kuat, cerdas, dan berprinsip, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. Selain itu, latar cerita yang berkaitan dengan dunia perbankan dan politik membuat novel ini terasa realistis dan relevan dengan kondisi kehidupan nyata.

KEKURANGAN BUKU

Bagi sebagian pembaca, istilah-istilah ekonomi dan politik yang digunakan mungkin terasa cukup berat. Selain itu, alur yang sangat cepat bisa membuat pembaca kurang fokus jika tidak membaca dengan saksama.

PENUTUP

Secara keseluruhan, Negeri Para Bedebah adalah novel yang menarik, kritis, dan penuh pesan moral. Novel ini mengajak pembaca untuk berpikir kritis terhadap kekuasaan dan keadilan di sebuah negara. Karya ini sangat layak dibaca, terutama bagi pembaca remaja dan dewasa yang menyukai cerita penuh ketegangan dan makna sosial.