RESENSI BUKU TANGAN KOTOR DI BALIK LAYAR – RIRIH ROHMATUN
RESENSI BUKU
- Identitas buku
- Judul buku : Tangan Kotor di Balik Layar
- Penulis : Puthut EA
- Penerbit : Shira Media
- Tahun terbit : 2024
- Tebal halaman : 181 halaman
- ISBN : 978-602-7760-80-6
- Sinopsis Buku
Tangan Kotor di Balik Layar merupakan novel karya Puthut EA yang terbit pada April 2024 lalu. Novel ini bercerita tentang seorang jurnalis bernama Hammam yang ditugaskan untuk meliput sebuah padepokan misterius. Konon, padepokan tersebut milik seorang dukun atau tokoh spiritual dan kerap didatangi oleh banyak orang terpandang terutama dari kalangan politikus. Lambat laun, Hammam justru makin akrab dengan lingkungan padepokan dan mengenal dekat orang-orang di sana termasuk si tokoh spiritual ini. Hammam juga menemukan fakta bahwa realitas kegiatan padepokan misterius itu ternyata berbeda dari yang ia bayangkan.
Padepokan tersebut rupanya digunakan sebagai tempat belajar oleh segelintir orang yang menyukai ilmu sejarah dan kitab-kitab lama. Lalu, sosok yang dianggap dukun atau tokoh spiritual tersebut merupakan lelaki bernama Mas Ikhsan. Beliau adalah orang biasa yang mendedikasikan hidup untuk belajar dan menekuni ilmu pengetahuan. Oleh sebab suatu hari padepokan tersebut didatangi warga dan salah satunya adalah calon kepala desa yang akhirnya terpilih, padepokan tersebut berkembang menjadi sebuah tempat sowan. Banyak tokoh yang datang ke padepokan untuk menghadap Mas Ikhsan, mulai dari pebisnis, akademisi, hingga politikus. Digambarkan dalam novel bahwa beberapa pihak yang bersinggungan dengan politik negara mengunjungi Mas Ikhsan untuk sekadar meminta saran, menceritakan strategi politik, hingga mengajaknya terjun langsung untuk melobi gerakan dukungan ke salah satu pasangan calon.
- Kelebihan Buku
Kelebihan buku ini adalah karena merupakan buku yang kategori habis dibaca sekali duduk maka buku ini lebih cepat dipahami isinya dengan ide cerita yang menarik. Begitu pula dengan diksi yang apik sehingga tiap susunan kata terkesan mengalir dan tidak membosankan saat dibaca. Ceritanya menggunakan alur maju yang tidak berbelit-belit.
- Kekurangan Buku
Cerita dalam novel ini tampak tanggung. Misalnya kisah tentang padepokan dan sosok Mas Ikhsan rasanya kurang detail digambarkan atau gambaran politik yang menjadi bumbu utama novel ini penceritaannya juga kurang mendalam.
Oleh : Ririh Rohmatun