RESENSI BUKU HATI YANG BERTASBIH – SOMANTRI

RESENSI BUKU BACAAN

SMA MARTIA BHAKTI

TAHUN PELAJARAN 2026-2027

  1. Judul Buku

 

“  Hati yang Bertasbih “

  1. Identitas Buku
Judul Buku           : Hati Yang Bertasbih

Penulis                 : Garina Adelia

Penyunting           : Mursyidah

Penata Letak        : Florentius Ketha

Desain                  : Maretta Gunawan

Penerbit                : Qibla

Halaman               : 233 halaman

ISBN                     : 978-602-249-277-1

 

 

  1. Pendahuluan

Cerita berpusat pada tokoh bernama Yuna yang mengalami kegelisahan hidup mendalam. Di tengah pergumulan itu, ia merasakan alunan ayat suci bergeming di dalam hatinya secara tak terduga. Perjalanan hidupnya kemudian bersilangan dengan sosok Randi, membawa mereka pada pencarian makna sabar, ikhlas, dan penyatuan atas berbagai perbedaan 

 

  1. Beberapa kalimat favorit dalam buku ini
  1. Bukankah dengan menulis,seseorang bisa mencegah kegilaan menghampirinya?
  2. Bagus kan kalau selain bekerja kita juga menyediakan waktu untuk Tuhan. Masa Tuhan sudah begitu baik sama kita, kita malah tidak mau memberikan yang terbaik untuk Tuhan?
  3. Kadang kita harus berusaha meredam kemarahan kita dan mencoba melihat dari sudut pandang lain.
  4. Pertolongan Tuhan itu sebenarnya sangatlah dekat. Tapi sebagai manusia, kita sering kali sudah terlanjur berputus asa dan tidak mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati sehingga pada akhirnya kita berputus asa dan menyerah begitu saja.
  5. Setiap manusia pasti memiliki masalahnya sendiri. Berat tidaknya masalah itu tergantung dari manusia itu sendiri. Kalau kamu berpikir masalah yang kamu hadapi berat, maka itulah yang terjadi. Coba kalau kamu berpikir masalah yang kamu hadapi itu adalah masalah ringan yang nantinya akan diberikan Tuhan jalan keluarnya, maka masalah itu benar-benar terasa ringan dan tak mengganggu.
  6. Hanya Allah yang bisa menyelesaikan segala perkara yang tidak mampu diselesaikan satu orang manusia pun. Hanya orang-orang yang percaya kepada-Nya saja yang akan mendapatkan pertolongan tersebut.
  7. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi setiap umat yang bersandar pada-Nya.
  8. Mata hati adalah jendela hati seseorang. Mata adalah cerminan hati pemilikinya. Ketika hati orang itu bahagia, maka matanya akan terlihat begitu bersinar membiaskan kebahagiaan itu sendiri. Namun, ketika hati si pemilik mata sedang bersedih, maka mata itu terlihat begitu sedih. Walau orang itu berusaha sekuat tenaga untuk menutupi kesedihannya, tetap saja, mata tidak akan pernah bisa membohongi hati.

 

  1. Kelebihan Buku
  • Karakter Membumi: Tokoh utama digambarkan apa adanya, tidak sempurna, memiliki sisi rapuh dan emosional yang membuatnya terasa nyata.
  • Gaya Bahasa Mengalir: Penulis menyampaikan pesan moral secara halus dan tidak terkesan menggurui pembaca.
  • Pesan Religi Kuat: Mengajarkan bahwa hati yang senantiasa mengingat Sang Pencipta lewat tasbih dan doa tidak akan pernah kehilangan arah dalam menghadapi ujian hidup

 

  1. Kelemahan Buku

Alur pada beberapa bagian terasa lambat karena lebih banyak berfokus pada dialog internal dan kontemplasi batin para tokohnya. Juga  dari beberapa bagian yang lainnya seperti

  1. Lebih mengedepankan unsur intrinsuik seperti Tema, Alur, dan penokohan
  2. Dalam penyampaiannya lebih umum dan banyak
  3. Kesimpulan

Tokoh utama dalam novel ini di deskripiskan sebagai tokoh yang tidak sempurna; janda di usia muda, mudah tersinggung, ketus, susah bergaul dan sering meluapkan emosinya tanpa kendali serta kering iman. Tapi justru lewat tokoh Yuna inilah kita bisa menemukan arti hidup yang sesungguhnya. Dibalik hidup yang tak sempurna justru kita akan mendapatkan hal-hal yang sempurna. Sebuah novel religi dengan banyak selipan moral di dalamnya. Suka gaya penulisannya, tidak terkesan menggurui dalam menyelipkan pesan moral dalam novel ini