AKU,MEPS DAN BEPS

RESENSI BUKU

AKU,MEPS DAN BEPS

 

ARIEF MAULANA,S.Pd

Guru PENJASORKES

Tugas LITERASI GURU SMA MARTIA BHAKTI

 

Aku, Meps, dan Beps adalah ‘buku harian’ yang ditulis Soca Sobhita dalam rentang waktu sejak masuk sekolah sampai hampir lulus Sekolah Dasar dibantu Meps-nya, Reda Gaudiamo. Catatan yang sudah sejak lama ‘ditinggalkan’ coba dihidupkan kembali oleh Reda dan Soca bertahun-tahun kemudian. Jika Na Willa semacam catatan perjalanan milik Meps–Reda Gaudiamo–saat TK, maka Aku, Meps, dan Beps adalah catatan yang ditulis oleh Soca kecil dengan gayanya yang polos, usil, dan jujur.

Buku ini bercerita dari sudut pandang Soca, seorang gadis kecil yang polos, berambut pendek seperti Meps dan berkulit hitam seperti Beps. Soca kecil menggambarkan Meps san Bepsnya dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka–dengan bahasa anak-anak yang jujur dan lugu. Tak hanya berbagi tentang Meps dan Bepsnya yang unik, Soca juga berbagi tentang kesehariannya yang lucu. Ia berbagi resep air jahe atau kue ceki berbentuk cicak favoritnya.Soca kecil dengan semua piaraan uniknya–Ayam Kuku dan Ruyu, Semuti dan Semuta, Nyamuka dan Nyamuki–serta bagaimana perlakuan kedua orang tuanya pada ‘piaraannya’ itu, diceritakan dengan bahasa anak-anak yang jujur dan polos. Buku setebal 89 halaman ini dipercantik dengan ilustrasi-ilustrasi yang lucu karya Cecillia Hidayat.

Membaca Aku, Meps, dan Beps tidak hanya membuat saya mengingat kembali masa-masa belasan tahun silam saat ukuran kaki saya masih imut atau rambut saya pendek seperti Soca, tetapi lebih dari itu. Soca mencoba memberitahu saya–dan pembacanya yang lain–bahwa setiap keluarga tidak ada yang sempurna. Tapi, setiap keluarga bisa bahagia, dengan ketidaksempurnaan anggotanya.

Soca dengan kepolosannya mencoba memberi pemahaman pada anak serta orang tua di luar sana bahwa dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki anggota keluarga, kita berhak bahagia dan menjadi keluarga yang menyenangkan. Interaksi Soca dengan Meps-Bepsnya tentu membuat kita gemas. Bagaimana Soca kecil diberi kebebasan oleh kedua orang tuanya sehingga ia tumbuh menjadi anak yang berani dan percaya diri tentu tak jauh dari didikan orang tuanya. Bagaimana Soca yang polos itu mencoba memberitahu pada kita lewat interaksinya dengan kedua orang tuanya, nilai-nilai moral yang sederhana tetapi kadang luput kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Permisi, ya, Meps. Katanya kalau buat janji harus ditepati.” (Halaman 21)

Meps dan Beps bisa jadi menyentil para orang tua atau calon orang tua di luar sana dengan konsep mengasuh anak yang mereka terapkan. Soca sejak kecil diajarkan untuk jujur kepada dirinya sendiri, percaya diri, bertanggung jawab, serta kreatif. Meps dan Beps juga mencoba meruntuhkan stereotip bahwa seorang ayah harus bekerja di luar dan ibu di rumah.

Bahwa seharusnya kita bukan berlomba menjadi keluarga sempurna di mata orang lain, tetapi berusaha menjadi keluarga bahagia dan menyenangkan. Bukan untuk orang lain, tapi untuk kita sendiri dan keluarga.

“Mohon maaf, ya: punya adik itu agak memusingkan, menurutku.” (Halaman 73)

**

Judul : Aku, Meps, dan Beps

Penulis : Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo 

Ilustrator : Cecillia Hidayat

Penyelaras : Maesy Ang, Teddy W. Kusuma, Arman Dhani

Penerbit : POST Press 

Tahun terbit : 2016

Jumlah halaman : 89 halaman

ISBN: 978-6-02-603040-5